Showing posts with label Kutipan. Show all posts
Showing posts with label Kutipan. Show all posts

Wednesday, 19 October 2011

KARYA SASTRA




Karya Sastra Bentuk Prosa
Karangan prosa ialah karangan yang bersifat menerangjelaskan secara terurai mengenai suatu masalah atau hal atau peristiwa dan lain-lain. Pada dasarnya karya bentuk prosa ada dua macam, yakni karya sastra yang bersifat sastra dan karya sastra yang bersifat bukan sastra. Yang bersifat sastra merupakan karya sastra yang kreatif imajinatif, sedangkan karya sastra yang bukan astra ialah karya sastra yang nonimajinatif.
Macam Karya Sastra Bentuk Prosa
Dalam khasanah sastra Indonesia dikenal dua macam kelompok karya sastra menurut temanya, yakni karya sastra lama dan karya sastra baru. Hal itu juga berlaku bagi karya sastra bentuk prosa. Jadi, ada karya sastra prosa lama dan karya sastra prosa baru.
Perbedaan prosa lama dan prosa baru menurut Dr. J. S. Badudu adalah:
Prosa lama:
1.       Cenderung bersifat stastis, sesuai dengan keadaan masyarakat lama yang mengalami perubahan secara lambat.
2.       Istanasentris ( ceritanya sekitar kerajaan, istana, keluarga raja, bersifat feodal).
3.       Hampir seluruhnya berbentuk hikayat, tambo atau dongeng. Pembaca dibawa ke dalam khayal dan fantasi.
4.       Dipengaruhi oleh kesusastraan Hindu dan Arab.
5.       Ceritanya sering bersifat anonim (tanpa nama)
6.       Milik bersama
Prosa Baru:
1.       Prosa baru bersifat dinamis (senantiasa berubah sesuai dengan perkembangan masyarakat)
2.       Masyarakatnya sentris ( cerita mengambil bahan dari kehidupan masyarakat sehari-hari)
3.       Bentuknya roman, cerpen, novel, kisah, drama. Berjejak di dunia yang nyata, berdasarkan kebenaran dan kenyataan
4.       Terutama dipengaruhi oleh kesusastraan Barat
5.       Dipengaruhi siapa pengarangnya karena dinyatakan dengan jelas
6.       Tertulis
1.       Prosa lama 
Prosa lama adalah karya sastra daerah yang belum mendapat pengaruh dari sastra atau kebudayaan barat. Dalam hubungannya dengan kesusastraan Indonesia maka objek pembicaraan sastra lama ialah sastra prosa daerah Melayu yang mendapat pengaruh barat. Hal ini disebabkan oleh hubungannya yang sangat erat dengan sastra Indonesia.  Karya sastra prosa lama yang mula-mula timbul disampaikan secara lisan. Disebabkan karena belum dikenalnya bentuk tulisan. Dikenal bentuk tulisan setelah agama dan kebudayaan Islam masuk ke Indonesia, masyarakat Melayu mengenal tulisan. Sejak itulah sastra tulisan mulai dikenal dan sejak itu pulalah babak-babak sastra pertama dalam rentetan sejarah sastra Indonesia mulai ada.
Bentuk-bentuk sastra prosa lama adalah:
a.       Mite adalah dongeng yang banyak mengandung unsur-unsur ajaib dan ditokohi oleh dewa, roh halus, atau peri. Contoh Nyi Roro Kidul
b.       Legenda adalah dongeng yang dihubungkan dengan terjadinya suatu tempat. Contoh: Sangkuriang, SI Malin Kundang
c.        Fabel adalah dongeng yang pelaku utamanya adalah binatang. Contoh: Kancil
d.       Hikayat adalah suatu bentuk prosa lama yang ceritanya berisi kehidupan raja-raja dan sekitarnya serta kehidupan para dewa. Contoh: Hikayat Hang Tuah.
e.       Dongeng adalah suatu cerita yang bersifat khayal. Contoh: Cerita Pak Belalang.
f.         Cerita berbingkai adalah cerita yang di dalamnya terdapat cerita lagi yang dituturkan oleh pelaku-pelakunya. Contoh: Seribu Satu Malam
2.       Prosa Baru
Prosa baru adalah karangan prosa yang timbul setelah mendapat pengaruh sastra atau budaya Barat. Prosa baru timbul sejak pengaruh Pers masuk ke Indonesia yakni sekitar permulaan abad ke-20. Contoh:Nyai Dasima karangan G. Fransis, Siti mariah karangan H. Moekti.
Berdasarkan isi atau sifatnya prosa baru dapat digolongkan menjadi:
1.       Roman adalah cerita yang mengisahkan pelaku utama dari kecil sampai mati, mengungkap adat/aspek kehidupan suatu masyarakat secara mendetail/menyeluruh, alur bercabang-cabang, banyak digresi (pelanturan). Roman terbentuk dari pengembangan atas seluruh segi kehidupan pelaku dalam cerita tersebut. Contoh: karangan Sutan Takdir Alisjahbana: Kalah dan Manang, Grota Azzura, Layar Terkembang, dan Dian yang Tak Kunjung Padam 
2.       Riwayat adalah suatu karangan prosa yang berisi pengalaman-pengalaman hidup pengarang sendiri (otobiografi) atau bisa juga pengalaman hidup orang sejak kecil hingga dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia. Contoh: Soeharto Anak Desa atau Prof. Dr. B.I Habibie atau  Ki hajar Dewantara.  
3.       Otobiografi adalah karya yang berisi daftar riwayat diri sendiri.
4.       Antologi adalah buku yang berisi kumpulan karya terplih beberapa orang. Contoh Laut Biru Langit Biru karya Ayip Rosyidi
5.       Kisah adalah riwayat perjalanan seseorang yang berarti cerita rentetan kejadian kemudian mendapat perluasan makna sehingga dapat juga berarti cerita. Contoh: Melawat ke Jabar – Adinegoro,Catatan di Sumatera – M. Rajab.
6.       Cerpen adalah suatu karangan prosa yang berisi sebuah peristiwa kehidupan manusia, pelaku, tokoh dalam cerita tersebut. Contoh:Tamasya dengan Perahu Bugis karangan Usman. Corat-coret di Bawah Tanah karangan Idrus.
7.       Novel adalah suatu karangan prosa yang bersifat cerita yang menceritakan suatu kejadian yang luar biasa dan kehidupan orang-orang. Contoh: Roromendut karangan YB. Mangunwijaya.
8.       Kritik adalah karya yang menguraikan pertimbangan baik-buruk suatu hasil karya dengan memberi alasan-alasan tentang isi dan bentuk dengan kriteria tertentu yangs ifatnya objektif dan menghakimi.
9.       Resensi adalah pembicaraan/pertimbangan/ulasan suatu karya (buku, film, drama, dll.). Isinya bersifat memaparkan agar pembaca mengetahui karya tersebut dari ebrbagai aspek seperti tema, alur, perwatakan, dialog, dll, sering juga disertai dengan penilaian dan saran tentang perlu tidaknya karya tersebut dibaca atau dinikmati.
10.    Esei adalah ulasan/kupasan suatu masalah secara sepintas lalu berdasarkan pandangan pribadi penulisnya. Isinya bisa berupa hikmah hidup, tanggapan, renungan, ataupun komentar tentang budaya, seni, fenomena sosial, politik, pementasan drama, film, dll. menurut selera pribadi penulis sehingga bersifat sangat subjektif atau sangat pribadi.
A.       Puisi
Puisi adalah bentuk karangan yang terkikat oleh rima, ritma, ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat. Unsur-unsur intrinsik puisi adalah
a.       tema adalah tentang apa puisi itu berbicara
b.       amanat adalah apa yang dinasihatkan kepada pembaca
c.        rima adalah persamaan-persamaan bunyi
d.       ritma adalah perhentian-perhentian/tekanan-tekanan yang teratur
e.       metrum/irama adalah turun naik lagu secara beraturan yang dibentuk oleh persamaan jumlah kata/suku tiap baris
f.         majas/gaya bahasa adalah permainan bahasa untuk efek estetis maupun maksimalisasi ekspresi
g.       kesan adalah perasaan yang diungkapkan lewat puisi (sedih, haru, mencekam, berapi-api, dll.)
h.       diksi adalah pilihan kata/ungkapan
i.         tipografi adalah perwajahan/bentuk puisi
Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru.
a.       puisi lama
Ciri puisi lama:
1.       merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya
2.       disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan
3.       sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima
Yang termausk puisi lama adalah
1.       mantra adalah ucapan-ucapan yangd ianggap memiliki kekuatan gaib
2.       pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran,  2 baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka
3.       karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek
4.       seloka adlah pantun berkait
5.       gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat
6.       syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita
7.       talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris
b.       puisi baru
Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.Menurut isinya, puisi dibedakan atas
1.       balada adalah puisi berisi kisah/cerita
2.       himne adAlah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan
3.       ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang ebrjasa
4.       epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup
5.       romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih
6.       elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan
7.       satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik
Membaca Puisi
Adapun faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam membaca puisi antara lain:
1.       jenis acara: pertunjukkan, pembuka acara resmi, performance-art, dll.,
2.       pencarian jenis puisi yang cocok dengan tema: perenungan, perjuangan, pemberontakan, perdamaian, ketuhanan, percintaan, kasih sayang, dendam, keadilan, kemanusiaan, dll.,
3.       pemahaman puisi yang utuh,
4.       pemilihan bentuk dan gaya baca puisi, meliputi poetry reading, deklamasi, dan teaterikal
5.       tempat acara: indoor atau outdoor,
6.       audien,
7.       kualitas komunikasi,
8.       totalitas performansi: penghayatan, ekspresi( gerak dan mimik)
9.       kualitas vokal, meliputi volume suara, irama (tekanan dinamik, tekanan nada, tekanan tempo)
10.    kesesuaian gerak,
11.    jika menggunakan bentuk dan gaya teaterikal, maka harus memperhatikan:
a)       pemilihan kostum yang tepat,
b)       penggunaan properti yang efektif dan efisien,
c)       setting yang sesuai dan mendukung tema puisi,
d)       musik yang sebagai musik pengiring puisi atau sebagai musikalisasi puisi
B.       Drama/Film
Drama atau film merupakan karya yang terdiri atas aspek sastra dan asepk pementasan. Aspek sastra drama berupa naskah drama, dan aspek sastra film berupa skenario. Unsur instrinsik keduanya terdiri dari tema, amanat/pesan, plot/alur, perwatakan/karakterisasi, konflik, dialog, tata artistik (make up, lighting, busana, properti, tata panggung, aktor, sutradara, busana, tata suara, penonton), casting (penentuan peran), dan akting (peragaan gerak para pemain).
C.       Periodisasi Sastra Indonesia
Periodisasi sastra adalah pembabakan waktu terhadap perkembangan sastra yang ditandai dengan ciri-ciri tertentu. Maksudnya tiap babak waktu (periode) memiliki ciri tertentu yang berbeda dengan periode yang lain.
1.       Zaman Sastra Melayu Lama
Zaman ini melahirkan karya sastra berupa mantra, syair, pantun, hikayat, dongeng, dan bentuk yang lain.
2.       Zaman Peralihan
Zaman ini dikenal tokoh Abdullah bin Abdulkadir Munsyi. Karyanya dianggap bercorak baru karena tidak lagi berisi tentang istana danraja-raja, tetapi tentang kehidupan manusia dan masyarakat yang nyata, misalnya Hikayat Abdullah (otobiografi), Syair Perihal Singapura Dimakan Api, Kisah Pelayaran Abdullah ke Negeri Jedah. Pembaharuan yang ia lakukan tidak hanya dalam segi isi, tetapi juga bahasa. Ia tidak lagi menggunakan bahasa Melayu yang kearab-araban.
3.       Zaman Sastra Indonesia
a.       Angkatan Balai Pustaka (Angkatan 20-an)
Ciri umum angkatan ini adalah tema berkisari tentang konflik adat antara kaum tua dengan kaum muda, kasih tak sampai, dan kawin paksa, bahan ceritanya dari Minangkabau, bahasa yang dipakai adalah bahasa Melayu, bercorak aliran romantik sentimental.
Tokohnya adalah Marah Rusli (roman Siti Nurbaya), Merari Siregar (roman Azab dan Sengsara), Nur Sutan Iskandar (novel Apa dayaku Karena Aku Seorang Perempuan), Hamka (roman Di Bawah Lindungan Ka’bah), Tulis Sutan Sati (novel Sengsara Membawa Nikmat), Hamidah (novel Kehilangan Mestika), Abdul Muis (roman Salah Asuhan), M Kasim (kumpulan cerpen Teman Duduk)
b.       Angkatan Pujangga Baru (Angkatan 30-an)
Cirinya adalah 1) bahasa yang dipakai adalah bahasa Indonesia modern, 2) temanya tidak hanya tentang adat atau kawin paksa, tetapi mencakup masalah yang kompleks, seperti emansipasi wanita, kehidupan kaum intelek, dan sebagainya, 3) bentuk puisinya adalah puisi bebas, mementingkan keindahan bahasa, dan mulai digemari bentuk baru yang disebut soneta, yaitu puisi dari Italia yang terdiri dari 14 baris, 4) pengaruh barat terasa sekali, terutama dari Angkatan ’80 Belanda, 5)aliran yang dianut adalah romantik idealisme, dan  6) setting yang menonjol adalah masyarakat penjajahan.
Tokohnya adalah STA Syhabana (novel Layar Terkembang, roman Dian Tak Kunjung Padam), Amir Hamzah (kumpulan puisi Nyanyi Sunyi, Buah Rindu, Setanggi Timur), Armin Pane (novel Belenggu), Sanusi Pane (drama Manusia Baru), M. Yamin (drama Ken Arok dan Ken Dedes), Rustam Efendi (drama Bebasari), Y.E. Tatengkeng (kumpulan puisi Rindu Dendam), Hamka (roman Tenggelamnya Kapa nVan Der Wijck).
c.        Angkatan ’45
Ciri umumnya adalah bentuk prosa maupun puisinya lebih bebas, prosanya bercorak realisme, puisinya bercorak ekspresionisme, tema dan setting yang menonjol adalah revolusi, lebih mementingkan isi daripada keindahan bahasa, dan jarang menghasilkan roman seperti angkatan sebelumnya.
Tokohnya Chairil Anwar (kumpulan puisi Deru Capur Debu, kumpulan puisi bersama Rivai Apin dan Asrul Sani Tiga Menguak Takdir), Achdiat Kartamiharja (novel Atheis), Idrus (novel Surabaya, Aki), Mochtar Lubis (kumpulan drama Sedih dan Gembira), Pramduya Ananta Toer (novel Keluarga Gerilya), Utuy Tatang Sontani (novel sejarah Tambera)
d.       Angkatan ’66
Ciri umumnya adalah tema yang menonjol adalah protes sosial dan politik, menggunakan kalimat-kalimat panjang mendekati bentuk prosa.
Tokohnya adalah W.S. Rendra (kumpulan puisi Blues untuk Bnie, kumpulan puisi Ballada Orang-Orang Tercinta), Taufiq Ismail (kumpulan puisi Tirani, kumpulan puisi Benteng), N.H. Dini (novel Pada Sebuah Kapal), A.A. Navis (novel Kemarau), Toha Mohtar (novel Pulang), Mangunwijaya (novel Burung-burung Manyar), Iwan Simatupang (novel Ziarah), Mochtar Lubis (novel Harimau-Harimau), Mariannge Katoppo (novel Raumannen).
D.       Identifikasi Moral, Estetika, Sosial, Budaya Karya Sastra
1.       Identifikasi Moral
                Sebuah karya umumnya membawa pesan moral. Pesan moral dapat disampaikan oleh pengarang secara             langsung maupun tidak langsung. Dalam karya satra, pesan moral dapat diketahui dari perilaku tokoh-       tokohnya atau komentar langsung pengarangnya lewat karya itu.
2.       Identifikasi Estetika atau Nilai Keindahan
                Sebuah karya sastra mempunyai aspek-aspek keindahan yang melekat pada karya sastra itu. Sebuah puisi,                       misalnya: dapat diamati aspek persamaan bunyi, pilihan kata, dan lain-lain. Dalam cerpen dapat diamati                    pilihan gaya bahasanya.
3.       Identifikasi Sosial Budaya
                Suatu karya sastra akan mencerminkan aspek sosial budaya suatu daerah tertentu. Hal ini berkaitan                         dengan warna daerah. Sebuah novel misalnya, warna daerah memiliki corak tersendiri yang                                      membedakannya dengan yang lain. Beberapa karya sastra yang mengungkapkan aspek sosial budaya:
                Pembayaran karya Sunansari Ecip mengungkapkan kehidupan di Sulawesi Selatan.
                Bako Karya Darman Moenir mengungkapkan kehidupan Suku Minangkabau di Sumatera Barat.

Semua Tentang Puisi


Puisi


1. Pengertian
Secara etimologis, kata puisi dalam bahasa Yunani berasal dari poesis yang artinya berati penciptaan. Dalam bahasa Inggris, padanan kata puisi ini adalah poetry yang erat dengan –poet dan -poem. Mengenai kata poet, Coulter (dalam Tarigan, 1986:4) menjelaskan bahwa kata poetberasal dari Yunani yang berarti membuat atau mencipta. Dalam bahasa Yunani sendiri, kata poet berarti orang yang mencipta melalui imajinasinya, orang yang hampir-hampir menyerupai dewa atau yang amat suka kepada dewa-dewa. Dia adalah orang yang berpenglihatan tajam, orang suci, yang sekaligus merupakan filsuf, negarawan, guru, orang yang dapat menebak kebenaran yang tersembunyi.
Shahnon Ahmad (dalam Pradopo, 1993:6) mengumpulkan definisi puisi yang pada umumnya dikemukakan oleh para penyair romantik Inggris sebagai berikut.
(1)     Samuel Taylor Coleridge mengemukakan puisi itu adalah kata-kata yang terindah dalam susunan terindah. Penyair memilih kata-kata yang setepatnya dan disusun secara sebaik-baiknya, misalnya seimbang, simetris, antara satu unsur dengan unsur lain sangat erat berhubungannya, dan sebagainya.
(2)     Carlyle mengatakan bahwa puisi merupakan pemikiran yang bersifat musikal. Penyair menciptakan puisi itu memikirkan bunyi-bunyi yang merdu seperti musik dalam puisinya, kata-kata disusun begitu rupa hingga yang menonjol adalah rangkaian bunyinya yang merdu seperti musik, yaitu dengan mempergunakan orkestra bunyi.
(3)     Wordsworth mempunyai gagasan bahwa puisi adalah pernyataan perasaan yang imajinatif, yaitu perasaan yang direkakan atau diangankan. Adapun Auden mengemukakan bahwa puisi itu lebih merupakan pernyataan perasaan yang bercampur-baur.
(4)     Dunton berpendapat bahwa sebenarnya puisi itu merupakan pemikiran manusia secara konkret dan artistik dalam bahasa emosional serta berirama. Misalnya, dengan kiasan, dengan citra-citra, dan disusun secara artistik (misalnya selaras, simetris, pemilihan kata-katanya tepat, dan sebagainya), dan bahasanya penuh perasaan, serta berirama seperti musik (pergantian bunyi kata-katanya berturu-turut secara teratur).
(5)     Shelley mengemukakan bahwa puisi adalah rekaman detik-detik yang paling indah dalam hidup. Misalnya saja peristiwa-peristiwa yang sangat mengesankan dan menimbulkan keharuan yang kuat seperti kebahagiaan, kegembiraan yang memuncak, percintaan, bahkan kesedihan karena kematian orang yang sangat dicintai. Semuanya merupakan detik-detik yang paling indah untuk direkam.
Dari definisi-definisi di atas memang seolah terdapat perbedaan pemikiran, namun tetap terdapat benang merah. Shahnon Ahmad (dalam Pradopo, 1993:7) menyimpulkan bahwa pengertian puisi di atas terdapat garis-garis besar tentang puisi itu sebenarnya. Unsur-unsur itu berupa emosi, imajinas, pemikiran, ide, nada, irama, kesan pancaindera, susunan kata, kata kiasan, kepadatan, dan perasaan yang bercampur-baur.

2. Unsur-unsur Puisi
Berikut ini merupakan beberapa pendapat mengenai unsur-unsur puisi.
(1)     Richards (dalam Tarigan, 1986) mengatakan bahwa unsur puisi terdiri dari (1) hakikat puisi yang melipuiti tema (sense), rasa (feeling), amanat (intention), nada (tone), serta (2) metode puisi yang meliputi diksi, imajeri, kata nyata, majas, ritme, dan rima.
(2)     Waluyo (1987) yang mengatakan bahwa dalam puisi terdapat struktur fisik atau yang disebut pula sebagai struktur kebahasaan dan struktur batin puisi yang berupa ungkapan batin pengarang.
(3)     Altenberg dan Lewis (dalam Badrun, 1989:6), meskipun tidak menyatakan secara jelas tentang unsur-unsur puisi, namun dari outline buku mereka bisa dilihat adanya (1) sifat puisi, (2) bahasa puisi: diksi, imajeri, bahasa kiasan, sarana retorika, (3) bentuk: nilai bunyi, verifikasi, bentuk, dan makna, (4) isi: narasi, emosi, dan tema.
(4)     Dick Hartoko (dalam Waluyo, 1987:27) menyebut adanya unsur penting dalam puisi, yaitu unsur tematik atau unsur semantik puisi dan unsur sintaksis puisi. Unsur tematik puisi lebih menunjuk ke arah struktur batin puisi, unsur sintaksis menunjuk ke arah struktur fisik puisi.
(5)     Meyer menyebutkan unsur puisi meliputi (1) diksi, (2) imajeri, (3) bahasa kiasan, (4) simbol, (5) bunyi, (6) ritme, (7) bentuk (Badrun, 1989:6).
Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur puisi meliputi (1) tema, (2) nada, (3) rasa, (4) amanat, (5) diksi, (6) imaji, (7) bahasa figuratif, (8) kata konkret, (9) ritme dan rima. Unsur-unsur puisi ini, menurut pendapat Richards dan Waluyo dapat dipilah menjadi dua struktur, yaitu struktur batin puisi (tema, nada, rasa, dan amanat) dan struktur fisik puisi (diksi, imajeri, bahasa figuratif, kata konkret, ritme, dan rima). Djojosuroto (2004:35) menggambarkan sebagai berikut.

Sunday, 11 September 2011

7 rules of effective English learning by AJ Hoge at Gianyar Language Club



handsworldjpeg.jpg
***RULE 1: Always Study and Review Phrases, Not Individual Words
Never study a single, individual word. Never.
When you find a new word, always write down The Phrase it is in. Always. When you review, always review all of the phrase,.. not the word.
Collect phrases. Your speaking and grammar will improve 4-5 times faster. Never again study a single word. Never write a single word in your notebook, always write the complete phrase.
Learn Phrases Only.
**RULE 2: Don’t Study Grammar
Angelina quickly improved speaking– when she stopped studying grammar. This is your second rule.
Stop studying grammar.
Stop studying grammar.
Right now. Stop. Put away your grammar books and textbooks. Grammar rules teach you to think about English, you want to speak automatically–without thinking!
With Effortless English, you learn English without grammar study. Your speaking improves quickly. You succeed. You speak English naturally.
So Rule 2 is: Don’t Study Grammar!

**RULE 3 (The number one secret): The Most Important Rule– Listen First
What is the rule that Humberto found? Simple. The rule is listening.
Listening, listening, listening.
You must listen to UNDERSTANDABLE English. You must listen to
English EVERYDAY. Don’t read textbooks. Listen to English.
Its simple. That is the key to your English success. Stop readingtextbooks. Start listening everyday.
**Learn With Your Ears, Not Your Eyes
In most schools, you learn English with your eyes. You read textbooks. You study grammar rules.
Effortless English is a listening system. You learn English with your ears, not your eyes. You listen 1-3 hours every day.
Your speaking improves quickly. You speak English easily– just like Humberto.
Spend most of your study time listening- that is the key to great speaking.
**RULE 4 (How to speak automatic English): Slow, Deep Learning Is Best
Hyun learned a lot of words in a short time. Her learning was short and shallow. That’s why she quickly forgot the words. That’s why she couldnot use them.
The secret to speaking easily is to learn every word & phrase DEEPLY.
Its not enough to know a definition. Its not enough to remember for a test. You must put the word deep into your brain.
To speak English easily, you must repeat each lesson many times.
You must learn English deeply.
Learn deeply, speak easily.
Learn deeply, speak easily.
How do you learn deeply? Easy– just repeat all lessons or listening many times. For example, if you have an audio book, listen to the first chapter 30 times before you go to the second chapter. You could listen to the first chapter 3 times each day, for 10 days.
***RULE 5 (How to learn grammar): Use Point Of View Mini-Stories
I call these stories “Point Of View Mini-Stories”. They are the most powerful way to learn and use English grammar automatically.Use Point of View Stories for Automatic Grammar
Use Point of View Stories for Automatic GrammarYou must learn grammar by listening to real English. The best way is to listen to the same story… told in different times (points of view): Past, Perfect, Present, Future.
How do you do this? Easy! Find a story or article in the present tense. Then ask your native speaker tutor to write it again in the Past, with Perfect tenses, and in the Future. Finally, ask him to read and record these stories for you.
Then you can listen to story with many different kinds of grammar. You don’t need to know the grammar rules. Just listen to the Point of View stories and you will improve grammar automatically!
You can also find Point of View lessons and use them to learn grammar automatically.
It is powerful. It is simple. It is successful. You will succeed. You will use correct grammar naturally and automatically.This is the secret to English grammar.
**RULE 6 (Real English, not textbook English): Only Use Real English Lessons & Materials
You learn real English if you want to understand native speakers and speak easily. Use real magazines, audio articles, TV shows, movies, radio talk shows, and audio books.Learn Real English, Not Textbook English
Learn Real English, Not Textbook English
**RULE 7 (How to speak fast): Listen and Answer, not Listen and Repeat
Use Listen & Answer Mini-Story Lessons
Use Listen & Answer Mini-Story LessonsIn each Mini-Story Lesson, a speaker tells a short simple story. He also asks a lot of easy questions. Every time you hear a question, you pause and answer it.You learn to answer questions quickly– without thinking. Your English becomes automatic.
How can you use Listen & Answer Stories? Easy! Find a native speaker tutor. Ask him to use this method: Ask him to tell a story… and to constantly ask you easy questions about it. This will teach you to think quickly in English!
You can also find Listen & Answer lessons. They will teach you to think quickly in English.

What is Deep Learning System?


What is Deep Learning System?
This is a totally different way to learn English. Students is guided to learn English consciously and subconsciously, just like children learn language. Can you see how children learn language from their family? Any language, because the main concept is same. They never think about grammar or vocabulary, right? But it improves automatically. Children just listen...then ask simple question to their mother or father, or answer simple question. Gradually, their language skill is improved. From one word, they can talk two words...three words...and finally...COMPLETE SENTENCE ! That's why, this system is also called : 
"Learning English Like Children"

Apa itu Deep Learning System?
Ini merupakan cara yang sepenuhnya berbeda untuk mempelajari bahasa Inggris. Siswa dibimbing untuk mempelajari Bahasa Inggris secara sadar dan bawah sadar, persis seperti anak-anak belajar bahasa. Bisakah anda melihat bagaimana anak-anak belajar bahasa dari keluarganya? Bahasa apapun, karena prinsip belajarnya sama.Mereka tidak pernah berpikir tentang grammar, atau kosakata, bukan? tapi grammar dan kosakata mereka meningkat dengan sendirinya.Anak-anak hanya mendengar..kemudian menanyakan dan menjawab pertanyaan sederhana. Secara bertahap,kemampuan bahasa mereka meningkat. Dari satu kata, mereka bisa bicara dua kata..tiga kata..empat kata..dan akhirnya..KALIMAT LENGKAP! Itulah mengapa, sistem ini disebut juga : 
"Belajar Bahasa Seperti Anak-Anak"
__________________________________________________
With some modification from the original system, to make it more suitable for Indonesian, We believe that students can speak English well only in eight (8) months !
Dengan beberapa perubahan dari sistem aslinya, disesuaikan dengan kondisi masyarakat Indonesia, kami yakin siswa kami akan dapat menguasai bahasa Inggris dengan baik (Listening, Speaking, & Writing) hanya dalam 8 Bulan !
By using Deep Learning System :
  1. You don't have to learn grammar by memorizing it. Your grammar skill will be improved through practice.
  2. You don't have to memorize lists of new words. Your vocabulary will be increased easily.
  3. Most materials will be given in form of audio recording (MP3), and English stories & Conversation, and not in form of theories.
  4. Students can learn English independently (self study method).
  5. You will be guided how to use this method to increase your English skill.
  6. No matter what is your English skill right now, you can still receive benefit from this teaching system, as long as you follow it carefully.
  7. You will increase your English skill 2-3 times faster than conventional method.
  8. This system also increase your grammar skill amazingly to achieve high TOEFL Score.
Dengan menggunakan Deep Learning System:
  1. Anda tidak perlu mempelajari grammar dengan cara menghapal, kemampuan grammar akan anda kuasai dengan sendirinya melalui praktek.
  2. Anda tidak harus menghapal banyak kata-kata baru. Kami mempunyai metode ampuh untuk meningkatkan vocabulary anda !
  3. Sebagian besar materi tidak diberikan dalam bentuk teori.Ia diberikan dalam bentuk audio (MP3) dan text (cerita & percakapan).
  4. Siswa dapat mempelajari Bahasa Inggris secara mandiri (self study system).
  5. Anda akan dibimbing penuh bagaimana menggunakan metode ini untuk keberhasilan anda.
  6. Tidak peduli bagaimana tingkat kemampuan bahasa Inggris anda sekarang, anda dapat merasakan manfaat yg tinggi dari sistem baru ini untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris anda, selama anda mengikuti metode yang kami berikan. Jika kemampuan bahasa Inggris anda terbatas sekali, yang terjadi adalah, anda mungkin butuh waktu sedikit lebih lama untuk menguasainya
  7. Anda akan meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris 2-3x lebih cepat dibanding metode konvensional.
  8. Sistem ini juga meningkatkan pengetahuan Grammar anda secara luarbiasa, untuk mencapai TOEFL score yang tinggi.
________________________________________________
This American learning method is designed in form of 18 lesson sets of MP3 Audio, and PDF text, so you can learn English wherever you are, by using MP3 Player, IPOD, or your Cell Phone. The lesson sets will be sent to your address by post.
Metode belajar dari Amerika dan Kanada ini didesain dalam bentuk 18 set MP3 Audio dan text PDF sehingga anda dapat mempelajari Bahasa Inggris dimanapun anda berada, dengan menggunakan MP3 Player, IPOD, atau HP anda. Materi pelajaran akan dikirim langsung ke alamat anda via pos

Prinsip 1:
Marketing is a strategic business concept (pemasaran adalah konsep bisnis yang strategis).
David Packard, pendiri Hewlett-Packard (HP), mengatakan bahwa marketing is too important for marketing departemen (pemasaran terlalu penting buat sebuah departemen pemasaran). Oleh karena itu, keputusan – keputusan segementasi, positioning, targeting, dan keputusan strategis lainnya harus di kendalikan langsung dari atas.
Prinsip 2:
Everyone is marketer (setiap orang adalah pemasar).
Apabila perang pemasaran terjadi, menciptakan nilai untuk pelanggan adalah tugas setiap individu dalam perusahaan. Kepuasan dan kesetiaan pelanggan adalah tangung jawab setiap anggota perusahaan.
Prinsip 3:
Concentrate on value, not just profit (berkonsentrasi pada nilai, bukan hanya pada keuntungan).
Pada akhirnya pemenang dalam perang pemasaran adalah perusahaan yang tiada henti menciptakan nilai dalam produk yang di jual ke konsumen. Perusahaan yang memiliki win-win attitude (sikap menang-menang), dan berfikir jauh ke depan juga akan berkonsentrasi pada pelanggan, bukan hanya pada keuntungan semata. Nilai akan menghasilkan kepuasan.
Prinsip 4:
Concentrate on loyality, not just satisfaction (Konsentrasi pada loyalitas, bukan hanya kepuasan).
Kalau pesaing sudah menajmur, maka konsumen akan menghadapi banyak godaan untuk berpaling pada pesaing anda, meskipun mereka sudah puas dengan anda. Jadi susunlah strategi untuk menciptakan dan mempertahankan loyalitas pelanggan anda, jangan merasa puas dengan kepuasan pelanggan anda.
Prinsip 5:
Concentrate on difference not just average (konsentrasi pada perbedaan, tidak hanya pada persamaan).
Jangan sekali-kali menciptakan produk yang sama untuk setiap orang. Setiap orang punya kebutuhan, keinginan serta harapan yang berbeda-beda. Ingatlah all customers are not created equal, setiap individu selalu ada perbedaan.
Prinsip 6:
Concentrate on anticipation, not just reaction (konesntrasi pada antisipasi, bukan hanya reaksi).
Bersikaplah proaltif bukan reaktif dalam menghadapi kompetisi, gejala politik, dan peruabahan perilaku pasar.
Prinsip 7:
Brand : avoid commodity-like trap (merek: hindari jebakan komoditas).
Nama itu penting dan nama tidak harus mengandung obejk yang di wakilinya. Misalnya jeruk sunkist. Jeruk tidak mesti mengandung nama jeruk, tapi jeruk bisa di sebut sunkist.
Prinsip 8:
Service: avoid business category trap (pelayanan: hindari jebakan pengkategorian bisnis)
Bila anda memproduksi komputer, apakah anda otomatis masuk dalam product bussiness?. Jawabannya tentu tidak. Apa pun dan siapa pun anda, apabila mau menjadi kompetitif harus menjadi the service company, artinya perusahaan harus memiliki sense of service. Suatu paradigma untuk memberikan nilai kepada konsumen secara kontinyu.
Prinsip 9:
Process: avoid function orientation (proses: hindari orientasi fungsi)
Seperti prinsip kedua, setipa orang harus menjadi marketer (pemasar). Jangan ada orang dalam perusahaan yang merasa fungsinya lebih superior dari yang lain. Memuaskan dan mempertahankanpelanggan adalah tanggung jawab setiap orang, tak peduli apa jabatan serta fungsinya.
Prinsip 10:
Segementation: view your market creatively (segmentasi: pandanglah pasar anda secara kreatif).
Segemetasikan pasar anda untuk menemukan potensi tersembunyi yang tidak terlihat pesaing anda.
Prinsip 11: Targeting: allocate your resource effectively (sasaran:alokasikan sumber daya anda secara efektif).
Jangan menembak lalat dengan bom. Lalatnya memang mati, tapi sumber daya anda terbuang percuma. Takarlah kekuatan anda untuk segen pasar yang anda bidik dengan akurat.
Prinsip 12: Positioning: Lead your customer credibly (penempatan: arahkan pelanggan anda agar memberikan kredibilitas kepada anda).
Prinsip 13: Differentiation: integrate your content-context-infrastrukture.
Memadukan apa dengan bagaiamana anda menawarkan produk kepada konsumen adalah masalah krusial, apalagi jika harus diselaraskan dengan teknologi dan fasilitas pendukung perusahaan anda. Jadi kalau positioning adalah janji, differentiation adalah konkretnya. Kalau sebuah perusahaan melakukan differensiasi, artinya perusahaan itu mengahsilakan produk lebih dari satu macam. Ini dilakukan untuk menjaga penurunan omzet penjualanproduk lama yang mungkin saja mulai ditinggalakan penggemarnya.
Era global akan mendorong orang untuk lebih memahami detail ketimbang makro, spesialisasi daripada general.
Prinsip 14: Marketing mix: integrate your offer-logistic-communication.
Produk, harga, saluran distribusi dan promosi harus memperkuat strategi. Menciptakan sinergi antara elemen bauran dan pemasaran ini dengan strategi secara keseluruhan perusahaan adalah kompleks, tapi menghasilkan kekuatan yang dahsyat.
Dalam komunikasi kita mengenal dengan istilah SMCR (source/narasumber, receiver/penerima, message/pesan, canal/saluran komunikasi dan receiver/penerima/audiens). Siapa yang menyampaiakan (source), apa yang akan disampaikan (message), bagaimana menyampaikannya (canal), kepada siapa (receiver). Memadukan elemen2 tersebut akan menghasilkan sinergisitas yang sangat kuat.
Prinsip 15: Selling: integrate your customer-company-relationship(penjualan:memadukan hubungan yang kuat antara pelanggan anda dengan perusahaan). Pada tingkat kompetisi yang semakin meningkat, menjual bukanlah aktivitas hit and run. Bukan pula aktivitas on time deal. Menciptakan hubungan jangka panjang dengan pelanggan adalah kunci saluran profit yang lumintu.
Prinsip 16: Balance your strategic-tactic-value (Seimbangkan strategi, taktik dan nilai anda).
Keseimbangan penerapan strategi, taktik dan nilai pemasaran akan emenciptakan kekuatan tak tertandingi.
Prinsip 17: Balance your what-why-how (seimbangkan apa, mengapa, dan bagaimana anda beraktivitas).
Pembaharuan mental dan spirit perusahaan akan tercipta jika anda dapat mencari, mengolah, dan mempergunakan informasi untuk mempertajam daya saing perusahaan.
Prinsip 18: Balance your present-future-gap (Seimbangkan antara masa kini, masa yang akan datang dan masa diantara keduanya