Wednesday, 9 March 2016

TUNJUKAN SOLIDARITASMU: TOLAK REKLAMASI BERSAMA DESA PEKRAMAN LEBIH

GIANYAR-TOLAK REKLAMASI  Tak bisa dipungkiri lagi bahwa kebanyakan pantai di Bali Selatan mengalami abrasi yang terus mengganas. Hal ini terjadi karena dampak dari pengurugan (REKLAMASI) di Laut Serangan pada tahun 1990-an.

Reklamasi Pulau Serangan, Denpasar. Semula, luas pulau hanya 110 hektar. Oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID), direklamasi lebih 400 hektar. Ini lah yang menyebabkan perubahan arus sehingga menyebabkan abrasi di sebagian pantai Bali Selatan.

Dari sekian pantai yang mengalami abrasi, Pantai Lebih adalah pantai yang mengalami abrasi terdahsyat, tidak hanya di Bali, termasuk di seluruh Indonesia.

Abrasi yang terjadi di pantai sangat berdampak buruk, mulai dari banyaknya warung yang harus pindah-pindah tempat untuk menghindari ambruknya warung karena deburan ombak, susahnya pedagang batu hitam untuk mencari batu hitam sejak abrasi terjadi dan yang lebih parah lagi adalah dekatnya jarak pantai dengan jalan raya, dan juga mengganggu petani palawija.

Abrasi yang terjadi di pantai Lebih sudah merenggut kebahagian banyak warga yang mencari sesuap nasi dari pantai tersebut. Selain itu abrasi juga telah merusak pesona keindahan pantai. Kini hampir tidak ada bibir pantai karena kian hari abrasi selalu terjadi.

Pemasangan beton dan batu dilakukan untuk mencegah abrasi meluas. Ini juga dapat mencegah ombak yang akan menggerus bangunan Padmasana yang sering digunakan untuk upacara keagamaan. 

Kita tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika terjadi REKLAMASI terjadi di Teluk Benoa, tentunya akan membawa dampak lebih negatif lagi bagi pantai yang berimbas pada kehidupan warga masyarakat Bali. Untuk mencegah hal tersebut sudah banyak penolakan yang dilakukan oleh Masyarakat Bali, Desa Adat, Aktivis Pecinta Alam, Komunitas, Sekaa Teruna dan lain-lain.

Kini saatnya Desa Adat dan Masyarakt desa Lebih bergerak menyuarakan penolakan REKLAMASI di Teluk Benoa. Mengutip semangat Gendo Suardana di Post Facebook Kamis (10/03/2016) 

"Anda pernah mendengar Pantai Lebih di Kabupaten Gianyar? Pantai yg cukup legendaris, selain tempat ritual juga sebagai salah satu tempat pelopor kuliner laut.
Pantai Lebih sudah tak seperti namanya. Kian hari kian berkurang karena abrasi. Warga menduga abrasi keras sejak reklamasi Pulau Serangan. Sekarang pantai Lebih telah menjadi kurang, tak berpantai.
Karena Manusia bukan keledai, tak mau jatuh ke lubang yg sama tuk kedua kalinya, kini Desa Adat Lebih bangkit melawan. Mereka menolak reklamasi Teluk Benoa.
Ayo kita bersolidaritas atas gerakan ini!" 
Pantai Lebih bukan hanya milik masyarkat desa Lebih, Gianyar. Tetapi milik kita bersama, kita harus ikut menjaga, berjuang untuk Bali, kita tidak mau tenggelam. Mari bergabung bersama Gerakan Moral Tolak Reklamasi di Pantai Lebih, Kamis (10/03/2016) Pukul 14.00 Wita.(E64)

WIJATA LAKSITA | RAKSASA LAUT MENGAMUK DI PEREMPATAN AGUNG

SEPUTAR OGOH-OGOH-BALI Ogoh-ogoh menyerupai Raksasa Laut atau Monster Laut mengamuk di Perempatan Agung Desa Beng, Selasa (8/3/2016)

Keseruan pawai budaya ogoh-ogoh 2016 terlihat dari banyaknya ogoh-ogoh yang ikut meramaikan pawai dan tumpah ruah serta antusiasnya warga masyarakat Desa Beng dalam menyaksikan.

Dari ogoh-ogoh yang besar hingga anak-anak ikut dalam pawai ini untuk pelestarian budaya. Setiap ogoh-ogoh yang dibuat memiliki cerita dan tema masing-masing.

Namun ada salah satu ogoh-ogoh yang menarik perhatian dalam pawai tersebut. Ogoh-ogoh dari ST. Wijata Laksita, Banjar Adat Kelod Kauh Beng. Ogoh-ogoh seperti Raksasa atau Monster yang sedang menginjak alat berat dan mematahkan excavator.

WANA KLEPU DAN DESA ADAT BENG: PAWAI BUDAYA PULUHAN OGOH-OGOH DI PEREMPATAN AGUNG

BERITA OGOH-OGOH-BALI Ribuan Masyarakat Beng tumpah ruah di sepanjang jalan utama Desa Beng menyaksikan puluhan ogoh-ogoh meramaikan jalan utama di desa Beng, Selasa (8/3/2016.)

Pawai Ogoh-ogoh 2016 di Desa Beng dimeriahkan oleh 6 Banjar Adat, dimana setiap banjar menampilkan lebih dari satu ogoh-ogoh dengan tema yang berbeda-beda, sehingga keseluruhan ogoh-ogoh berjumlah 25.

Pawai ini dimulai pukul 18.00 Wita menuju sandikala. sebelum acara dibuka resmi oleh panitia, setiap ogoh-ogoh diberikan apresiasi berupa piagam penghargaan dan piala kehormatan kepada masing-masing koordinator ogoh-ogoh. Kegiatan ini terselenggara oleh Karang Taruna Wana Klepu bekerja sama dengan Desa Adat Beng.

Saturday, 27 February 2016

Kau dan Sebuah Harapan

Kau tuliskan perasaan lewat sajak-sajak penuh makna
Kau ayunkan pena mengikuti hati penuh irama
Kau torehkan rangkaian kata menyayat kalbu
Kau biarkan angan dan asa menjadi satu
Kau tutupi puing luka dengan sejuta sajak penununtun semangat
Kau hadirkan sejuta impian yang tak sanggup ku gapai
Kau hadir bagaikan angin yang membawa sejuta mimpi
kau ciptakan ketenangan dalam hati dan sanubari
Kau tak pernah sedikitpun beranjak dari benakku ini

Kau kekal abadi dalam diri
Kau tak terkikis bagai pecahan logam di perut bumi
Kau begitu kuat hingga membuat jiwa rapuh ini tak sanggup sendiri
Kau janjikan impian seluas samudra di bumi
Kau tak akan pernah mengerti inginnya hati ini
Kau selalu mencoba pahami semua hal tentang hati dan mimpi

Kau tau betapa sederhana inginnya hati ini , aku hanya inginkan kau selalu ada di hidup ini.


Written by: S.A.